Banyumas

Informasi Seputar Banyumas

Obyek Wisata Owabong Purbalingga Jawa Tengah

Nama Kabupaten Purbalingga ternyata sudah terkenal di wilayah Jawa Tengah, hal ini bisa saya lihat dari banyaknya wisatawan lokal dari penjuru daerah di Jawa Tengah yang datang ke Obyek Wisata Owabong. Saya sebagai orang asli kelahiran Purbalingga sangat bangga dengan adanya Obyek Wisata Owabong karena bisa mengharumkan nama Purbalingga.

Alamat:
Jl. Raya Owabong No.1 Bojongsari
Purbalingga Jawa Tengah
Telp +62 281-6597010

Sumber: www.owabong.co.id

Obyek wisata air Bojongsari atau lebih dikenal sebagai Owabong adalah tempat wisata keluarga yang memiliki wahana permainan berupa kolam renang, arena gokart, waterboom dan wahana air lainnya. Terletak di desa Bojongsari kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga provinsi Jawa Tengah.


Goa Lawa Obyek Wisata Goa Alami di Purbalingga

Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIIP) Kabupeten Purbalingga Tahun 2006, Obyek Wisata Goa Lawa merupakan kawasan obyek wisata yang menjadi salah satu produk unggulan pariwisata Purbalingga. Goa Lawa yang mempunyai panjang 1,5 KM dengan luas 5 KM merupakan goa yang terbentuk dari endapan batu gamping da aliran lava yang membeku di bawah permukaan tanah. Goa Lawa meruakan goa kars karena terbntuk dari endapan batu gamping dan aliran lava yang membeku. Selain meruakan goa kars, goa ini juga masih sangat alami terbukti dengan masih banyak terdapat kelelawar dan anak-anak goa yang tidak boleh dimasuki di dalam goa tersebut. di dalam goa tersebut tedapat anak goa yang mempunyai daya tarik tersendiri.

Goa yang menyimpan legenda islam kuno ini berada di Desa Siwarak, Kec. Karangreja. Goa alam yang terletak di bawah permukaan tanah di lereng gunung Slamet ini memiliki panjang 1300m.
Dengan ornamen interior alami berupa batuan goa, aliran air bawah tanah yang mempesona dan aliran hawa sejuk dalam goa, wisatawan akan disuguhi pengalaman yang menarik.

Sumber:dinbudparpora.purbalinggakab.go.id
Berikut adalah nama-nama beberapa bagian dalam Goa Lawa ;
- Batu Semar
- Waringin Seto
- Goa Istana Lawa
- Goa Dada Lawa
- Batu keris
- Goa Cepet
- Goa Ratu ayu
Selain Goa alam,Di kompleks ini terdapat pula taman Lokaria sebagai wahana bermain anak-anak.

Sumber: goalawapurbalingga.blogspot.com

Setelah 40 Hari Bayi Baru Di Boleh Bawa Keluar Apakah Mitos?

Karena saya terlahir dari orang Jawa asli, maka kedua orang tua saya juga sangat mentaati adat dan budaya Jawa, termasuk aturan bayi baru boleh di bawa keluar atau pergi jauh ketika belum berumur 40 hari, perlakuan terhadap bayi di kampung saya yang belum berumur 40 hari bermacam-macam, dan sebagian besar berbau mistis.

Gambar Dringo
Di beberapa daerah dan di kampung saya ada yang dinamakan sambetan. Setiap menjelang maghrib, orang tua bayi harus mengunyah sambetan atau rempah bengle dan daun dringo utnuk di oleskan di kening si bayi,dan untuk kemudian disembur-semburkan sambil mengelilingi rumah. Begitu juga saat anak terus menerus menangis waktu malam hari. Bapaknya harus muterin rumah sampai anaknya diam. Di beberapa kasus malah harus sambil telanjang biar makhluk pengganggu anaknya ngibrit lihat jimat si bapak.

Saat maghrib tiba, anak tidak boleh dibiarkan sendiri dalam kamar dan harus digendong. Katanya sih biar ga digondol wewe. Walaupun menurutku, kebiasaan itu berasal dari kampung yang dekat denganm hutan seperti kampung saya,apalagi belakang rumah adalah hutan bambu. Waktu maghrib merupakan saat dimana nyamuk lagi getol-getolnya mencari mangsa. Dengan dipangku, minimal ada yang melindungi bayi saat nyamuk datang menyerang.


Dramatis Bayi yang Baru Lahir Terjatuh dari Atas Kurungan Ayam

Pada hari Selasa tepatnya pada  jam 20:00 WIB Desa Karang Reja Purbalingga saya terlahir di dunia ini, melalui pertolongan Allah SWT dan dukun bayi Alhamdulilah saya lahir dengan selamat tidak kurang suatu apa, tetapi selang beberapa menit setelah saya lahir hampir saja saya meninggalkan dunia ini.

Gambar Kurungan Ayam
Sungguh dramatis kejadian itu pada saat saya baru saja dilahirkan terjatuh dari tampah (semacam anyaman dari bambu untuk menampi beras), yang diletakan di atas kurungan ayam,mungkin pembaca berpikir memang kamu merasakan kan masih bayi baru lahir? cerita ini bukanlah cerita bohong, buat apa berbohong, Ibu dan Bapak saya yang menceritakannya kepada saya bahkan banyak yang cerita dari orang-orang yang menyaksikan kelahiran saya, nenek, pakde, bude dan dukun bayi.


Gambar Tampah
Kembali lagi pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT yang memntukan segalanya, Alhamdulilah ketika saya terjatuh dari tampah ada nenk saya yang menagkapnya, seandainya saya tidak ketangkap nenk saya, mungkin saya sudah tidak ada lagi di dunia ini, nenek saya lah yang juga pernah menceritakan kejadian itu,sayang sekali nenk saya sekarang sudah tiada, di saat saya sudah dewasa dan sudah bisa bekerja nenek saya tidak bisa ikut merasakan hasil keringat saya.


Di Desa Karang Reja Pinggiran Kabupaten Purbalingga Saya Dilahirkan

Pembaca yang saya hormati, sebelumnya saya ucapkan selamat datang di blog My True Story (kisah nyata kehidupan saya). Berbagai kisah suka dan duka akan saya ingat dari saya dilahirkan sampai saya tua dan sudah tidak bisa menulis lagi,semuanya akan saya tulis semampu saya.

Tujuan saya menulis kisah hidup saya adalah untuk mengingat masa-masa kecil saya sampai hari ini dan detik ini,agar saya tidak lupa dengan yang pernah saya alami dalam hidup saya sebagai bahan untuk instropeksi diri agar lebih menyayangi kedua orang tua kita yang telah
melahirkan,merawat,membimbing dan membesarkan kita,sebagai cerita anak cucu saya dan juga untuk berbagi cerita kepada pembaca blog ini,semoga selamanya blog ini tetap ada di dunia maya,walaupun saya sudah mati saya yakin semakin maju kedepan Internet tidak akan mati.

Dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana sebagai anak pertama dari orang tua saya,di desa yang terletak di daerah pegunungan dengan suasana yang sejuk dan segar,karena belum terkontaminasi polusi dari cerobong asap pabrik maupun asap knalpot dari hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, karena desa saya terletak di kaki gunung Slamet yaitu desa Karang Reja termasuk dalam wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.


Back To Top