Karena saya terlahir dari orang Jawa asli, maka kedua orang tua saya juga sangat mentaati adat dan budaya Jawa, termasuk aturan bayi baru boleh di bawa keluar atau pergi jauh ketika belum berumur 40 hari, perlakuan terhadap bayi di kampung saya yang belum berumur 40 hari bermacam-macam, dan sebagian besar berbau mistis.
Di beberapa daerah dan di kampung saya ada yang dinamakan sambetan. Setiap menjelang maghrib, orang tua bayi harus mengunyah sambetan atau rempah bengle dan daun dringo utnuk di oleskan di kening si bayi,dan untuk kemudian disembur-semburkan sambil mengelilingi rumah. Begitu juga saat anak terus menerus menangis waktu malam hari. Bapaknya harus muterin rumah sampai anaknya diam. Di beberapa kasus malah harus sambil telanjang biar makhluk pengganggu anaknya ngibrit lihat jimat si bapak.
Saat maghrib tiba, anak tidak boleh dibiarkan sendiri dalam kamar dan harus digendong. Katanya sih biar ga digondol wewe. Walaupun menurutku, kebiasaan itu berasal dari kampung yang dekat denganm hutan seperti kampung saya,apalagi belakang rumah adalah hutan bambu. Waktu maghrib merupakan saat dimana nyamuk lagi getol-getolnya mencari mangsa. Dengan dipangku, minimal ada yang melindungi bayi saat nyamuk datang menyerang.
Tapi semuanya itu kembali kepada masing-masing, mau percaya atau tidak, tidak menjadi masalah, mungkin jika Anda percaya dan menjalankannya lebih baik,karena beberapa aturan itulah maka ketika saya sudah berumur 40 hari di bawa pindah ke rumah bapak saya, yang letaknya sekitar 4 km dan harus berjalan kai,karena pada saat itu belum ada kendaraan umum, bakan jalanpun masih tanah.
![]() |
| Gambar Dringo |
Saat maghrib tiba, anak tidak boleh dibiarkan sendiri dalam kamar dan harus digendong. Katanya sih biar ga digondol wewe. Walaupun menurutku, kebiasaan itu berasal dari kampung yang dekat denganm hutan seperti kampung saya,apalagi belakang rumah adalah hutan bambu. Waktu maghrib merupakan saat dimana nyamuk lagi getol-getolnya mencari mangsa. Dengan dipangku, minimal ada yang melindungi bayi saat nyamuk datang menyerang.
Tapi semuanya itu kembali kepada masing-masing, mau percaya atau tidak, tidak menjadi masalah, mungkin jika Anda percaya dan menjalankannya lebih baik,karena beberapa aturan itulah maka ketika saya sudah berumur 40 hari di bawa pindah ke rumah bapak saya, yang letaknya sekitar 4 km dan harus berjalan kai,karena pada saat itu belum ada kendaraan umum, bakan jalanpun masih tanah.
.
.
